Wednesday, February 22, 2017

9 PERSIAPAN MENGHADAPI WAWANCARA CHEVENING

Pengumuman shortlisted Chevening 2017 sudah dirilis beberapa hari yang lalu. Selamat untuk yang sudah berhasil masuk sampe ke tahap ini dan segera capai semangat baru bagi yang langkahnya untuk sementara terhenti di tahap ini. Kenapa aku menekankan kata-kata SEMENTARA? Karena ini bukanlah dead end road, satu jalan seems close, tapi pasti ada jalan lain. Sedih pasti iya. Itu reaksi normal. Tapi yang terpenting gimana cara nya kita bisa bangkit dan melangkah lagi. Aku pribadi sebelum keterima menjadi Chevener on my first attempt, duluan merasakan sakitnya ditolak sama LPDP dan Fulbright. Jadi akan selalu ada jalan lain. Terus berusaha dan berdoa.

Yak, menjelang proses wawancara yang akan dimulai dari bulan Maret sampe April mendatang, banyak pertanyaan yang masuk terkait dengan persiapan wawancara. Therefore, aku bakal share 9 poin persiapan yang aku aplikasikan tahun lalu. Semoga bermanfaat.

1.     Kuasai essay yang sudah kamu buat
Sudah keterima sampai tahap wawancara merupakan langkah yang sangat outstanding. SELAMAT! Itu artinya berkas dan, terutama, essay yang sudah kamu buat memesonakan  dan meninggalkan penilaian yang sangat bagus untuk examiner. Sekarang tinggal bagaimana kamu mempertanggungjawabkan essay tersebut secara verbal dihadapan para interviewer. Saranku, tetep konsisten dengan essay yang sudah kamu buat. Jangan sampe lari kemana-mana. Silakan mengelaborasi jawaban tapi tetep jaga ritme dan track nya.  Contohnya, di poin career plan, kamu berencana untuk menjadi researcher, tiba-tiba pas diwawancara kamu menjelaskan kalau kamu akan menjadi entrepreneur setelah menyelesaikan S2. Itu akan mensimulasi pertanyaan baru bagi interviewer dan menunjukkan inconsistency terhadap apa yang sudah kamu tulis dengan apa yang kamu jawab pas wawancara.

Please bear in mind that all basic and main questions derived from the essays. Jadi pelajari lah kembali essay kamu sendiri. Jangan meng-komparasi-kan jawaban-jawaban dari orang lain terutama jawaban para alumni Chevening karena masing-masing mempunyai value yang berbeda-beda depend on their study and career plan. Therefore, kenali diri kamu sendiri, tujuan untuk sekolah, kenapa memilih jurusan tersebut, misi setelah menyelesaikan S2, dll. That would be different from one to others.

2.     Buat daftar pertanyaan yang berpeluang untuk ditanyakan ketika wawancara



Setelah memahami dan menguasai essay yang telah kamu buat, segera tulis pertanyaan-pertanyaan yang memungkinkan untuk di tanyakan saat wawancara nanti. Apalagi essay tersebut terbatas hanya 500 kata/essay, hal yang dituangkan sangat padat sehingga wawancara menjadi saat yang tepat untuk mengelaborasi ide dari essays tersebut.
Dan cobalah untuk memprediksi following questions yang muncul dari jawaban yang kamu lontarkan. Part pertanyaan ini akan berbeda dengan interviewee yang lain karena itu tergantung dari jawaban kamu sendiri.

3.     Latihan (independent – role play)
Setelah poin 1 dan 2 diatas sudah tercentang, langkah selanjutnya adalah LATIHAN. Sebuah proverb menyebutkan practice makes you perfect.


Latihan bisa dengan berbagai macam cara. Pengalamanku pribadi, aku latihan mandiri untuk wawancara Chevening karena aku enggak menemukan shortlisted lainnya dari Aceh. Baru akhirnya ketemu satu orang lagi dari Aceh 1 hari sebelum wawancara di Medan. Itu juga si kakak berasal dari Bireun sedangkan aku tinggal di Banda Aceh. Memang tidak memungkinkan untuk bisa peer practice. Tapi kalau kamu menemukan temen yang sama-sama masuk shortlisted, silakan latihan bersama dan saling memberikan positive feedback.
Atau bisa juga dengan meminta bantuan temen untuk mendengarkan jawaban kamu dan minta evaluasi dari mereka sehingga kamu bisa meminimalisir kesalahan pada saat wawancara nanti.

4.     Mengidentifikasi lokasi, tanggal, dan jam wawancara sebelum hari H



Ini poin persiapan yang tidak boleh diabaikan. Catat baik-baik kapan dan dimana kamu akan diwawancarai karena Chevening memberikan slot yang jelas untuk para interviewee. Dan pastikan dengan jelas lokasi nya dimana karena balik ke pengalamanku, lokasi wawancara ku itu terletak di Medan sedangkan aku tinggal di Banda Aceh. Jadi aku harus bener-bener mempersiapkan tanggal keberangkatan dari Banda Aceh-Medan 2 hari sebelum wawancara. Dan ketika nyampe di Medan, aku menghitung waktu dan jarak dari tempat tinggal menuju lokasi wawancara serta tranportasi umum apa yang aku gunakan sehingga aku bisa mengkalkulasi pukul berapa aku harus sudah tiba di tempat wawancara.
Ini kesannya sepele, tapi kalau tidak dipersiapkan dengan baik bisa berabe and will ruin your interview day.

5.     Mempersiapkan performa yang terbaik
Performa yang aku maksudkan disini adalah penampilan luar. Penting untuk mempersiapkan pakaian apa yang akan digunakan untuk wawancara. Saranku sih pake blazer/jas untuk meninggalkan kesan rapi dan formal. Pilih warna-warna yang sejuk dipandang, dalam hal ini warna-warna yang soft. Warna bisa memengaruhi kesan di mata orang lain. Banyak penelitian psikologi tentang playing with colors. Aku pribadi memilih warna pink salem yang soft dipadu dengan blazer hitam sehingga meninggalkan kesan smart casual outfit. Dan karena aku bertubuh pendek - mentok di angka 149 cm, aku memilih untuk mengenakan sepatu yang sedikit berhak tapi ketika jalan tidak akan meninggalkan bunyi ‘tuk tuk tuk’ di lantai. Risih didengar. Terakhir, aku tidak memakai asesoris apapun kecuali jam tangan.


Dan yang kesemua itu, paduan dari keseluruhan performa harus se nyaman mungkin dikenakan pas wawancara.
At the end, performa bisa memengaruhi presentasi individu ketika wawancara nanti dengan cara meningkatkan kepercayaan diri dan mereduksi kecemasan. It plays psychologically, guys.

6.     Relaksasi 2 hari sebelum wawancara


Setiap kali ada ujian dan wawancara, aku biasanya memberikan waktu jeda 1 atau 2 hari sebelum hari H gunanya untuk relaksasi diri dan supaya pikiran lebih tenang. Dan ketika pikiran lebih tenang, kecemasan bisa tereduksi dan beban pikiran akan berkurang. Ini akan berefek ketika di hari wawancara, pikiran yang tenang will lead into readiness on facing interview. Kesiapan tersebut akan sangat memengaruhi mental seseorang. Bayangkan, kamu ikut wawancara dan bakal ketemu sama pemuda pemudi lainnya yang enggak kalah keren dan semuanya great achievers. Kalau kepercayaan diri belum tertata dengan rapi dibarengi dengan kesiapan tadi, bisa bisa mental kamu runtuh dan itu bisa memengaruhi performansi kamu didalam ruangan wawancara.
Jadi bersiaplah!

7.     Tidur yang cukup dan sarapan
Malam sebelum hari wawancara, tidur lah dengan baik dan benar dan jangan lupa sarapan keesokannya. Tidur cukup dan sarapan akan memberikan kontribusi energy dan konsentrasi yang optimal.


8.     Mental dan spiritual


Ini kembali lagi ke masing-masing individu gimana cara pelaksanannya. Rutinitas ibadah seperti doa bisa memberikan semangat dan kekuatan baru. Dan biasanya, ketika mengikuti sebuah event – dalam hal ini kompetisi, aku suka melakukan self-evaluation dengan melakukan pembaharuan niat. Jadi dengan niat yang jelas, aku tahu arah mana yang aku ambil untuk setiap langkah. Dan dengan niat juga akhirnya aku bergerak nothing to lose. Jadinya ya enggak ada beban untuk melangkah. Dan kamu bisa melakukan dengan cara kamu sendiri.

9.     Tips di hari H:
  • Pergilah ke lokasi wawancara lebih cepat dari jadwal yang telah dipilih untuk menghindari kemacetan dan halangan rintangan yang lain.
  • Berbaur dengan peserta wawancara yang lain supaya kecemasan bisa tereduksi.
  • Pastikan untuk ke toilet sebelum masuk keruangan wawancara.
  • Tersenyum dan bismillah.


Should you have further questions, please drop it on the comment box below. I am wishing you tons of luck!



Nurul Husna Salahuddin
Chevening Scholar 2016-2017


*all pictures are credit to google

No comments:

Post a Comment